Menurutnya, ibadah puasa tidak hanya mengajarkan kesalehan spiritual, tetapi juga kesalehan sosial melalui kepedulian terhadap sesama.
“Puasa mengajarkan kita untuk berbagi dan merasakan apa yang dirasakan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Zakat adalah salah satu cara memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” katanya.
Amsakar juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kondusivitas Kota Batam, termasuk dalam penggunaan media sosial.
Ia menegaskan bahwa esensi puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, pandangan, dan perbuatan dari hal-hal yang dapat memicu perpecahan.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Batam, Habib Soleh, melaporkan bahwa jumlah bantuan tahun ini ditingkatkan atas arahan pimpinan daerah.
Sebanyak 1.200 paket sembako disalurkan kepada petugas kebersihan DLH Kota Batam, sementara 300 penyandang disabilitas menerima santunan masing-masing sebesar Rp300.000.
Habib Soleh juga menyampaikan sejumlah kontribusi zakat dari perusahaan yang disalurkan melalui Baznas Kota Batam, di antaranya dari RS Awal Bros sebesar Rp500 juta, PKN Group Rp350 juta, PT Persero Rp15 juta, serta BSI (Yatim dan Dhuafa) sebesar Rp15,6 juta.
“Program ini merupakan bagian dari rangkaian Baznas Batam Berbagi 2026 sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Usai kegiatan penyerahan bantuan, Wali Kota Batam bersama jajaran Forkopimda, Sekda, dan para kepala OPD menunaikan zakat melalui Baznas Kota Batam.












