Minat pelaku industri Eropa terlihat dari respons positif terhadap skala industri galangan kapal di Batam yang dikenal sebagai salah satu yang terbesar dan paling terkonsentrasi di Asia Tenggara.
Sejumlah perusahaan maritim Prancis menyatakan ketertarikan menjajaki peluang kolaborasi, mulai dari desain kapal, industri pendukung perkapalan, hingga layanan maritim.
Peluang kerja sama tersebut direncanakan akan ditindaklanjuti melalui agenda business matching yang dijadwalkan berlangsung di Batam pada Maret 2026.
Keikutsertaan BP Batam di Euromaritime 2026 turut diperkuat dengan kehadiran delegasi daerah dan teknis, di antaranya Ketua Kadin Kepulauan Riau Mustava, Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni, serta Direktur Investasi BP Batam Dendi Gustinandar.
Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha ini menjadi sinyal kuat keseriusan Batam dalam memperluas penetrasi investasi internasional.
Dengan realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun sepanjang 2025, Batam dinilai tidak hanya mampu bertahan di tengah ketidakpastian global, tetapi juga mulai naik kelas.
Dari kawasan industri regional, Batam kini bergerak menuju posisi sebagai pemain yang diperhitungkan dalam arsitektur maritim dunia












