Batam – Skandal dugaan pemerasan terhadap wisatawan mancanegara (wisman) di Pelabuhan Internasional Batam Center kini berbuntut panjang. Walikota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Batam, Herry Sembiring, menilai insiden tersebut telah menjadi ancaman nyata bagi citra pariwisata Kepulauan Riau dan Indonesia di mata dunia.
Menyikapi hal tersebut, Herry mendesak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimpas) untuk segera mencopot Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Batam, Hajar Aswad, sebagai bentuk pertanggungjawaban kepemimpinan.
Herry menekankan bahwa Batam adalah salah satu gerbang utama pariwisata Indonesia, khususnya bagi wisman asal Singapura. Kasus yang melibatkan turis Singapura dan Myanmar ini, jika tidak disikapi dengan tindakan tegas pada level pimpinan, dikhawatirkan akan membuat turis kapok berkunjung.
“Desakan agar Kakanim Batam dicopot adalah karena dugaan pemerasan oleh oknum petugas ini telah merusak citra pariwisata Kepri dan bahkan Indonesia. Ini bukan masalah kecil,” tegas Herry, Kamis (2/4/2026).
Ia berharap masalah ini tidak berdampak sistemik terhadap ekonomi daerah yang baru saja bangkit. “Singapura adalah penyumbang wisatawan terbanyak. Jangan sampai mereka merasa tidak aman saat masuk ke Batam,” tambahnya.
LIRA Batam menilai peristiwa ini mencerminkan lemahnya pengawasan di garda terdepan. Menurut Herry, Kakanim Batam dinilai gagal menciptakan sistem pengawasan yang efektif terhadap petugas di pintu masuk pelabuhan, yang notabene sangat rentan terjadi praktik pungli.






