Anak-anak berbaris rapi, membawa semangat generasi baru yang kelak akan mewarisi kota ini. Di antara mereka, terselip pesan sederhana, mencintai Batam berarti juga peduli pada sesama.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad, yang hadir bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa Hari Jadi Batam bukan sekadar seremoni tahunan.
“Rangkaian Hari Jadi Batam kita isi dengan kegiatan yang sarat makna ziarah, olahraga, refleksi sejarah, hingga Batam Solidarity Airshow,” ujar Amsakar. “Ini tentang rasa memiliki dan kebersamaan.”
Baginya, ulang tahun kota adalah ruang refleksi. Tentang dari mana Batam berasal, di mana Batam berdiri hari ini, dan ke mana arah langkah akan diayunkan. “Harapan saya, perjalanan Batam ke depan harus lebih hebat dan lebih dahsyat lagi,” tegasnya.
Puncak emosional perayaan itu hadir ketika Jupiter Aerobatic Team dan fly pass F-16 TNI AU mengisi langit Batam. Atraksi paramotor menyusul, menghadirkan harmoni antara teknologi, keterampilan, dan keberanian.
Menurut Letda Sus Sefri Nurdiansya, Kepala Penerangan Lanud Hang Nadim, kehadiran pesawat tempur dalam Batam Solidarity Airshow memiliki makna khusus.
“Kegiatan ini menegaskan komitmen TNI AU bersama Pemerintah Kota Batam sebagai bagian dari respons nasional yang cepat, empatik, dan bermartabat,” ujarnya.
Di titik ini, kekuatan militer tidak ditampilkan sebagai simbol dominasi, tetapi sebagai alat pemersatu. Sebuah pesan bahwa negara hadir bukan hanya saat perang, tetapi juga saat rakyat terluka.
Di Dataran Engku Putri dan Tiger Beach Nongsa, kotak donasi disiapkan. Ada yang memasukkan uang tunai. Ada yang memindai QR Code. Cara berbeda, tujuan sama membantu saudara yang terdampak bencana.






