Donasi dibuka hingga 31 Desember 2025, mengatasnamakan Batam Peduli Bencana. Tidak ada paksaan. Hanya ajakan. “Silakan masyarakat datang dan berpartisipasi,” ujar Rudi Panjaitan.
Di sinilah solidaritas menemukan bentuk paling sederhana dan paling jujur. Bukan soal seberapa besar yang diberikan, tetapi tentang kesediaan untuk peduli.
Selama ini Batam dikenal sebagai kota industri, perdagangan, dan investasi. Namun melalui Batam Solidarity Airshow 2025, Batam menunjukkan wajah lain: kota yang berempati.
Di balik tantangan 10 bulan kepemimpinan Amsakar–Li Claudia (banjir, sampah, air bersih)Batam terus bergerak. Bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun rasa kebersamaan.
Penghargaan dan piagam, kata Amsakar, bukan tujuan akhir. Yang utama adalah pelayanan terbaik dan kebermanfaatan bagi masyarakat, bahkan melampaui batas geografis kota.
Saat F-16 kembali menghilang di ufuk, sorak perlahan mereda. Namun yang tertinggal bukan sekadar ingatan visual, melainkan getar empati.
Batam telah berbicara. Dari udara, dari darat, dari hati warganya.
Di usia ke-196, Batam tidak hanya merayakan dirinya sendiri. Ia mengulurkan tangan ke Sumatera. Dan di sanalah, di antara deru mesin dan doa-doa lirih, solidaritas menemukan maknanya yang paling hakiki.






