“Sekarang Pemko Batam menjadi ex officio Kepala BP Batam, tetapi tren pertumbuhannya masih di angka 7 persen. Tidak ada yang luar biasa,” ujar Aditya.
Ia menambahkan bahwa seharusnya, dengan adanya dua mesin anggaran yang dikelola oleh satu orang, pertumbuhan ekonomi seharusnya lebih melejit.
“Apalagi anggaran yang dikelola mencapai Rp6,4 triliun, terdiri dari APBD Kota Batam dan anggaran BP Batam. Namun, kita lihat Batam masih kalah dengan Pemkab Bintan, yang APBD-nya hanya sekitar Rp1 triliun, tetapi pertumbuhan ekonominya bisa mencapai 6 persen,” tutupnya.












