”Sekolah-sekolah ini adalah benteng awal pertahanan ideologis bangsa. Dari ruang kelas, masa depan NKRI dibentuk,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fisman menegaskan, bela negara tidak semata dimaknai dalam konteks militer, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga negara.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memaknai bela negara melalui tindakan nyata: menjaga persatuan, melawan hoaks, memperkuat ketahanan ekonomi, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan sesuai peran dan profesi masing-masing.
”Bela negara adalah sikap hidup. Ia hadir dalam cara kita bekerja, berinteraksi, menjaga kerukunan, dan membangun bangsa,” katanya.
Dalam arah kebijakannya ke depan, Fisman menekankan tiga fokus utama DPW FBN RI Kepri:
Pertama, penguatan konsolidasi internal organisasi. DPW FBN RI Provinsi Kepri akan memantapkan struktur hingga tingkat kabupaten dan kota, memastikan setiap pengurus memahami tugas, fungsi, dan perannya dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif.
Kedua, sinergi program kerja lintas sektor. DPW FBN RI Kepri berkomitmen menyusun program-program strategis yang relevan dengan tantangan zaman, serta menjalin kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, BUMN, BP Batam, perusahaan swasta, dan berbagai organisasi lainnya untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.
Ketiga, peningkatan kapasitas kader. Melalui pelatihan dan pendidikan bela negara secara berkala, DPW FBN RI Provinsi Kepri akan mencetak kader-kader yang tangguh, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi berbagai dinamika serta situasi yang tidak menentu.







