Selain itu, Bupati mengungkapkan komitmen Pemkab Lingga dalam mendukung program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta pengembangan Kampung Nelayan. Ia menekankan bahwa implementasi program tersebut harus dirancang dengan perencanaan matang dan pengawasan yang ketat.
“Program nasional harus kita kawal bersama. Jangan sampai hanya menjadi slogan. Perencanaan harus realistis, pelaksanaan tepat waktu, dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung instruksi Presiden terkait penerapan gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di lingkungan pemerintahan. Ia meminta seluruh perangkat daerah menjadikan prinsip tersebut sebagai budaya kerja.
“Gerakan ASRI bukan sekadar slogan kebersihan, tetapi simbol tata kelola pemerintahan yang tertib, bersih, dan nyaman. Ini harus dimulai dari kantor-kantor pemerintahan hingga pelayanan publik,” tambahnya.
Musrenbang Kabupaten Lingga 2026 diharapkan menjadi forum strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan kebijakan nasional serta kemampuan keuangan daerah.
Melalui proses perencanaan yang partisipatif dan terukur, Pemkab Lingga optimistis dapat menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kemajuan daerah.


