Pada masa Kesultanan Melayu Riau-Lingga, wilayah perairan di sekitar Kepulauan Riau merupakan jalur perdagangan internasional yang sangat penting. Banyak kapal asing yang mencoba menguasai jalur ini, dan kehadiran Laksamana Ladi menjadi tameng utama dalam mempertahankan kedaulatan laut Melayu. Dengan keahliannya, ia berhasil menumpas banyak serangan dan menjaga jalur perdagangan tetap aman.
Warisan yang Terus Hidup
Hingga saat ini, nama Laksamana Ladi terus dikenang sebagai bagian dari sejarah dan warisan budaya Batam. Selain Flyover Laksamana Ladi, kawasan Sei Ladi juga dikenal dengan Waduk Sei Ladi yang menjadi salah satu sumber utama pasokan air bagi penduduk Batam. Keberadaan waduk ini menunjukkan pentingnya daerah tersebut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Batam.
Sejarah Laksamana Ladi bukan hanya menjadi kisah masa lalu, tetapi juga simbol keberanian dan semangat juang yang menginspirasi generasi sekarang. Nama Laksamana Ladi dipilih untuk flyover baru ini sebagai pengingat bahwa pembangunan infrastruktur modern juga harus menghargai dan mengabadikan jasa-jasa para pahlawan lokal yang telah membentuk identitas wilayah.
Pembangunan Flyover sebagai Penghormatan
Flyover Laksamana Ladi yang sedang dalam tahap akhir pembangunannya merupakan salah satu proyek infrastruktur besar yang digagas oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi. Proyek ini diharapkan dapat mengurai kemacetan dan meningkatkan konektivitas antar pelabuhan utama di Batam, yakni Pelabuhan Batu Ampar dan Pelabuhan Sekupang. Pembangunan flyover ini tidak hanya berfungsi sebagai solusi transportasi, tetapi juga sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah lokal.








