Wali Kota Batam Lepas 600 Mubalig Ramadan 1447 H, Amsakar Tekankan Dakwah Sejuk dan Bangun Harmoni

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam pelepasan mubalig yang akan bertugas mengisi ceramah dan kegiatan keagamaan selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Persatuan Mubalig Batam (PMB) di Wyndham Panbil Batam Hotel, Kamis (12/2/2026) malam.

PANBIL – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara resmi melepas 600 mubalig yang akan bertugas mengisi ceramah dan kegiatan keagamaan selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan yang digelar Persatuan Mubalig Batam (PMB) itu berlangsung di Wyndham Panbil Batam Hotel, Kamis (12/2/2026) malam.

Sebanyak 600 mubalig tersebut berasal dari seluruh kecamatan di Kota Batam dan akan disebar ke berbagai masjid dan musala guna mengisi ceramah, tausiah, serta kegiatan keagamaan sepanjang Ramadan.

BACA JUGA:  Quick Count Indikator dan Poltracking, Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra Unggul Telak

Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada PMB yang dinilai konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat religius dan harmonis.

Menurutnya, keberadaan mubalig memiliki peran penting dalam mewujudkan visi Batam sebagai kota madani. Ia menilai para dai yang tergabung dalam PMB memiliki kapasitas keilmuan dan keteladanan yang kuat, sehingga pesan dakwah yang disampaikan akan memberi pengaruh besar di tengah masyarakat.

BACA JUGA:  Wali Kota Batam Amsakar Achmad Paparkan Strategi Pembangunan di Forum Jepang-Indonesia

“PMB menjadi garda terdepan dalam mengomunikasikan semangat Batam madani. Karena itu, penting menjaga kualitas materi dakwah agar benar-benar memberi pencerahan,” ujar Amsakar.

Amsakar menekankan agar materi ceramah selama Ramadan tidak memunculkan narasi kontraproduktif atau berpotensi memecah belah masyarakat. Ia meminta para mubalig membangun pesan yang menyejukkan, menumbuhkan optimisme, serta memperkuat kebersamaan.

BACA JUGA:  Bea Cukai Batam Tindak 148 Pelanggaran hingga November 2024, Rokok Ilegal hingga Narkoba

“Bangun narasi positif di ruang publik. Hindari pesan yang membuat masyarakat berjarak. Ramadan harus menjadi momentum memperkuat harmoni dan kolaborasi,” tegasnya.