Batam – Peluncuran kapal tipe Floating Landing Facility (FLF) Permata Borneo 1 di Galangan PT Bahtera Bahari Shipyard, Telaga Punggur, Senin (19/1/2026), dinilai membawa dampak signifikan bagi perekonomian Kota Batam dan penguatan posisinya sebagai pusat industri maritim nasional.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad yang hadir langsung dalam peluncuran tersebut menegaskan, keberhasilan produksi kapal FLF buatan Batam bukan hanya prestasi teknologi, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah.
“Pagi ini kembali tercipta sejarah. Kapal dengan kategori seperti ini di Indonesia masih sangat terbatas dan mayoritas masih impor. Namun hari ini, Batam membuktikan mampu memproduksinya sendiri,” ujar Amsakar.
Menurut Amsakar, pembangunan satu unit kapal berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal, mulai dari tenaga teknis, engineer, welder, hingga pekerja pendukung industri galangan.
Batam saat ini menjadi rumah bagi lebih dari 130 galangan kapal, dari total sekitar 250 galangan yang ada di Indonesia. Keberadaan industri tersebut menyerap ribuan tenaga kerja dan menciptakan efek berganda bagi sektor pendukung seperti logistik, transportasi, hingga jasa.
“Satu kapal saja sudah menghidupkan banyak sektor. Dampaknya bukan hanya di galangan, tapi juga ke ekonomi masyarakat Batam secara luas,” jelasnya.
Amsakar menilai peluncuran FLF Permata Borneo 1 semakin memperkuat citra Batam sebagai hub industri maritim nasional dengan daya saing global. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa SDM Batam telah mampu menguasai seluruh proses pembangunan kapal, mulai dari desain, fabrikasi, hingga peluncuran.






