Market  

Dari Kesetaraan Menuju Dampak, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan

Momentum Hari Kartini, TelkomGroup tegaskan komitmen berkelanjutan gender equality dengan target keterwakilan perempuan 27% di level manajerial pada 2030

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini

Di sisi lain, TelkomGroup terus mendorong peningkatan partisipasi perempuan pada fungsi strategis, termasuk revenue-generating function sebesar 8,3% serta bidang Sains, Teknologi, Rekayasa/Engineering, dan Matematika (STEM) sebesar 8,1%, sebagai upaya memperluas akses perempuan di sektor berbasis teknologi.

Lebih dari itu, TelkomGroup menghadirkan wujud nyata pemberdayaan perempuan melalui representasi kepemimpinan di tingkat tertinggi. Kehadiran Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mencerminkan bagaimana perempuan berperan aktif dalam mendorong transformasi digital sekaligus membangun budaya kerja yang inklusif.

BACA JUGA:  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Tinjau Pelaksanaan Program Pemagangan Nasional di Telkom

Kiprahnya juga mendapat pengakuan melalui penghargaan Excellent Mom in Digital Transformation and Regional Connectivity Leadership pada Wonder Mom Awards 2025 serta Perempuan Inspiratif Awards 2025, yang semakin menegaskan peran perempuan di garis depan industri telekomunikasi digital.

Sejalan dengan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini yang terus hadir dalam konteks masa kini, Dian menekankan bahwa pemberdayaan perempuan harus dimaknai sebagai upaya membuka akses setara terhadap peluang dan kemajuan.

BACA JUGA:  Indosat dan ZTE Hadirkan Revolusi Digital di Indonesia, Jangkau Daerah Terpencil dengan Teknologi iFlexiTrunk

“Di era digital, konektivitas menjadi jembatan penting agar perempuan semakin berdaya. Dengan akses yang seluas-luasnya terhadap informasi, pengetahuan, dan peluang, perempuan dapat lebih maju dan berkembang,” pungkas Dian.

Selain aspek representasi, TelkomGroup juga memastikan ekosistem kerja yang mendukung produktivitas perempuan. Penyediaan fasilitas seperti Telkom Daycare dan ruang laktasi menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, sehingga perempuan dapat menjalankan peran profesional secara optimal sebagai bagian dari talenta unggul perusahaan.