Batam  

Sejarah Laksamana Ladi: Kisah Keberanian dan Legenda di Tanah Batam

Kepala BP Batam, HM Rudi meninjau Flyover Sei Ladi, Batam. (Foto: BP Batam)

Di balik pembangunan megah Flyover Laksamana Ladi di Kota Batam, terdapat kisah seorang laksamana tangguh yang namanya diabadikan sebagai bagian dari identitas sejarah dan budaya kawasan ini. Laksamana Ladi, sosok legendaris pada era Kesultanan Melayu Riau-Lingga, adalah pemimpin angkatan laut yang dikenal atas keberanian dan dedikasinya dalam menjaga kedaulatan perairan di Kepulauan Riau.

Baca juga  Polsek Lubuk Baja Gelar Minggu Kasih Kamtibmas di Warung Cak Sis Pelita, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat

Asal Usul Nama Laksamana Ladi

Nama “Sei Ladi” berasal dari kombinasi kata dalam bahasa Melayu, di mana “Sei” berarti sungai dan “Ladi” adalah nama laksamana yang sangat dihormati. Sungai yang mengalir di kawasan tersebut diabadikan dengan nama Laksamana Ladi sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya yang besar.

Laksamana Ladi dikenal sebagai pemimpin tangguh yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan perairan dari ancaman bajak laut dan kekuatan asing. Pada masa itu, jalur perdagangan laut sangat strategis dan rawan diserang, sehingga peran laksamana seperti Ladi sangat vital dalam melindungi kepentingan ekonomi dan keamanan wilayah Kesultanan Melayu.

Baca juga  Pra-Raker LAM Batam Bahas Agenda Besar: Maklumat dan Sumpah Setia Melayu

Peran Laksamana Ladi dalam Kesultanan Melayu

Laksamana Ladi menjabat sebagai komandan angkatan laut yang dihormati karena kepiawaiannya dalam taktik berlayar dan strategi pertempuran laut. Ia tidak hanya bertanggung jawab menjaga keamanan perairan dari ancaman bajak laut, tetapi juga melindungi kedaulatan kesultanan dari ancaman eksternal. Kemampuannya dalam memimpin armada laut membuatnya dihormati oleh rakyat dan ditakuti oleh musuh.