Amsakar menilai pesatnya pertumbuhan investasi di kawasan Free Trade Zone (FTZ) serta empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam memerlukan pasokan tenaga kerja terampil yang masif.
“Potensi industri Batam sangat besar, memiliki 31 kawasan industri dan sekitar 135 galangan kapal (shipyard). Kami sangat membutuhkan tenaga kerja yang benar-benar siap pakai,” ungkap Amsakar.
Ia menambahkan, beberapa sektor kunci yang menjadi prioritas kebutuhan tenaga ahli di Batam saat ini meliputi:
Industri Galangan Kapal & Otomotif
Teknologi Informasi & Data Center
Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) Pesawat
Energi Baru dan Terbarukan (EBT)
“Peningkatan kompetensi generasi muda menjadi sangat penting agar mampu bersaing di tingkat internasional. Saya meyakini Jeonju Vision College dapat menjadi salah satu mitra strategis dalam mencetak SDM unggul yang sesuai dengan kebutuhan industri di Batam,” tegasnya.
Penjajakan kerja sama internasional ini diharapkan tidak hanya membuka keran beasiswa dan kesempatan kerja di Korea Selatan bagi pemuda Batam, tetapi juga membawa dampak jangka panjang bagi penguatan daya saing industri di Kota Batam ketika mereka kembali sebagai tenaga ahli profesional.












