Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Berkomitmen

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menandatangani kesepakatan antar Pemko Batam dan APINDO Batam dan disaksikan Wamendagri, Bima Arya, di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (11/9/2026).
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menandatangani kesepakatan antar Pemko Batam dan APINDO Batam dan disaksikan Wamendagri, Bima Arya, di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (11/9/2026).

Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Batam menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Sinergi Penguatan Urusan Ketenagakerjaan di Kota Batam, Jumat (11/9/2026).

Penandatanganan yang berlangsung di Kantor Wali Kota Batam tersebut dilakukan oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Ketua APINDO Kota Batam, Rafky Rasyid. Kegiatan itu turut disaksikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya.

BACA JUGA:  Wali Kota Batam Amsakar Achmad Paparkan Strategi Pembangunan di Forum Jepang-Indonesia

Amsakar mengatakan, kerja sama tersebut menjadi bentuk komitmen Pemko Batam bersama dunia usaha untuk memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus menjawab tantangan ketenagakerjaan di tengah pertumbuhan ekonomi Batam yang terus meningkat.

“Sering menjadi diskursus di ruang publik bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi yang tinggi belum berbanding lurus dengan serapan tenaga kerja lokal. Lewat MoU ini, kita tidak lagi hanya mengandalkan imbauan verbal. Kita perkuat komitmen agar perusahaan-perusahaan di Batam memprioritaskan penyerapan tenaga kerja tempatan,” tegas Amsakar.

BACA JUGA:  Sahabat Bang HY dan Relawan SANUR Dukung Ansar Ahmad dalam Pilgub Kepri 2024

Ia menyampaikan, sejumlah indikator makroekonomi Kota Batam menunjukkan perkembangan positif. Pertumbuhan ekonomi Batam meningkat dari 6,76 persen pada 2025 menjadi 7,28 persen pada Semester I 2026.

Pada periode yang sama, realisasi investasi mencapai Rp29,9 triliun, mendekati total capaian investasi sepanjang 2025. Sementara itu, tingkat kemiskinan turun dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025.

BACA JUGA:  Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia Vs Thailand, Amsakar-Li Claudia Undang Warga Nobar di Engku Putri

Meski demikian, Amsakar menyebut tingginya arus migrasi menjadi salah satu tantangan dalam pengendalian Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Batam. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Batam menjadi daerah tujuan migrasi tertinggi kedua secara nasional pada 2026 setelah DKI Jakarta.