Harlah ke-9 Perkumpulan Selingsing: Amsakar Achmad Beberkan Capaian Ekonomi Batam dan Pesan Persatuan

Wali Kota Batam Amsakar Achmad memberikan sambutan pada Harlah ke-9 Perkumpulan Selingsing Kota Batam di Nagoya Mansion.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad memberikan sambutan pada Harlah ke-9 Perkumpulan Selingsing Kota Batam di Nagoya Mansion.

Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan deretan tren positif pembangunan Kota Batam dalam kurun 1,5 tahun terakhir. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Halaqah Pengajian Akbar sekaligus Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-9 Perkumpulan Selingsing Kota Batam di Nagoya Mansion, Kecamatan Lubukbaja, Sabtu (26/7/2026).

Di hadapan ratusan warga Selingsing, Amsakar mengungkapkan bahwa indikator makro Kota Batam menunjukkan capaian yang menjanjikan, mulai dari pertumbuhan ekonomi, lonjakan realisasi investasi, penurunan angka kemiskinan, hingga peningkatan signifikan jumlah kunjungan wisatawan.

BACA JUGA:  Omzet UMKM Tembus 1 Miliar, BP Batam dan Nagoya Citywalk Kolaborasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

“Perhatian Pemerintah Pusat terhadap percepatan pembangunan Batam sangat luar biasa. Dalam kurun waktu satu tahun lima bulan terakhir, sejumlah peraturan pemerintah diterbitkan untuk memperkuat tata kelola kawasan. Bahkan, koordinasi langsung bersama Presiden sudah berlangsung sebanyak tiga kali,” ujar Amsakar.

Selain indikator makro, Batam juga makin mencuri perhatian di kancah internasional lewat sektor sports tourism. Salah satu capaian teranyar adalah keberhasilan Batam menjadi tuan rumah kejuaraan bola basket dunia, FIBA 3×3 Challenger, yang diikuti oleh klub-klub elite global.

BACA JUGA:  Wali Kota Batam Amsakar Achmad Paparkan Strategi Pembangunan di Forum Jepang-Indonesia

Di samping memaparkan capaian daerah, Pembina Perkumpulan Selingsing Kota Batam ini juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas kota. Amsakar mengajak masyarakat untuk mengalihkan energi positif guna mendukung prestasi sesama ketimbang membesar-besarkan perbedaan.

“Mari kurangi energi untuk mencari kelemahan atau kesalahan orang lain. Kita harus saling mendukung, menghindari perdebatan tidak produktif, dan membentengi diri dari polarisasi yang kerap dipicu oleh media sosial,” tegasnya.