Ketertarikan peserta terhadap materi yang disampaikan terlihat dalam sesi tanya jawab. Sejumlah pertanyaan muncul mengenai pengelolaan sampah organik melalui biopori, mulai dari bagaimana mekanisme pengisian sampah organik hingga kemungkinan munculnya bau. Pertanyaan tersebut menunjukkan perhatian ibu-ibu terhadap penerapan biopori dalam kehidupan sehari-hari, khususnya terkait cara penggunaan dan perawatannya.

Setelah sesi tanya jawab, peserta kemudian diajak mempraktikkan pemanfaatan sampah anorganik melalui pembuatan pot dari galon bekas. Galon bekas telah disiapkan dan diberikan kepada peserta untuk kemudian dipotong mengikuti pola yang telah digambarkan sebelumnya. Melalui praktik ini, galon bekas yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah diubah menjadi wadah tanaman yang dapat digunakan kembali.
Setelah pot selesai dibuat, salah satu peserta mengungkapkan kegembiraannya melihat hasil yang diperoleh. “Kalau potnya sudah jadi gini, senang ya lihatnya,” ujar salah satu peserta.
Antusiasme peserta juga terlihat ketika beberapa di antaranya meminta mahasiswa KKN untuk menggambarkan pola pada galon bekas tambahan yang mereka bawa. Galon tersebut rencananya akan dibuat menjadi pot secara mandiri di rumah.
Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan barang bekas dapat menjadi alternatif yang sederhana dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Praktik langsung juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk tidak hanya memahami materi, tetapi sekaligus mencoba cara pengolahan sampah yang dapat dilakukan secara mandiri.


