Batam — Pepatah “bangkai yang disimpan rapat akhirnya tercium juga” tampaknya cocok menggambarkan nasib RL (23), seorang wanita yang bekerja sebagai Disc Jockey (DJ) di salah satu tempat hiburan malam Kota Batam.
Skenario drama kejahatan yang disusunnya secara detail buyar seketika. Bukan karena saksi mata, melainkan gara-gara riwayat pencarian (search history) Google di ponsel miliknya sendiri.
Kisah ini bermula ketika RL terdesak utang sebesar Rp8,7 juta kepada seorang rekannya. Lantaran tak sanggup membayar tagihan yang jatuh tempo pada 7 Agustus lalu, RL mengambil jalan pintas: menyerahkan sepeda motor Honda Beat milik ayahnya sebagai jaminan utang.
Panik dan takut dimarahi sang ayah karena motor tersebut merupakan kendaraan utama untuk bekerja, RL memutar otak. Ia nekat mengarang cerita seolah-olah menjadi korban pembegalan sadis di kawasan jalan sepi Sei Ladi, Batam.
Akting Menangis di Hadapan Polisi
Demi meyakinkan orang tuanya, RL bahkan mengajak sang ayah melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke Polresta Barelang. Kepada penyidik, RL menyusun skenario yang sangat terperinci.
Ia mengaku dipepet dua orang tak dikenal berparang saat pulang kerja sekitar pukul 05.00 WIB dari kawasan Bengkong menuju Tiban. Karena diancam senjata tajam, RL mengklaim terpaksa menyerahkan motornya lalu berjalan kaki menuju Polsek Lubuk Baja.
“Awalnya penyidik percaya, karena dia bercerita dengan begitu meyakinkan. Bahkan sampai menangis di depan penyidik. Di sini kami mulai percaya dan melakukan penyelidikan,” ujar Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Ade Putra, Kamis (13/8/2026).












