Pembuktian CCTV dan ‘Penolong’ Bernama Google
Penanganan kasus tersebut kemudian diserahkan kepada Tim Buser Macan Barelang. Langkah awal dilakukan dengan menyisir rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian Sei Ladi. Namun, setelah menelusuri rekaman selama hampir dua jam, polisi tidak menemukan tanda-tanda adanya aksi pembegalan seperti yang diceritakan RL.
Kecurigaan petugas kian menguat saat RL berulang kali mangkir dan memberikan beragam alasan ketika dipanggil untuk pemeriksaan lanjutan. Polisi akhirnya memanggil orang tua RL hingga DJ berusia 23 tahun itu tak punya pilihan selain hadir di markas kepolisian.
Saat diperiksa intensif, RL sempat bertahan dan berusaha menutupi kebohongannya. Namun, pertahanannya runtuh seketika saat penyidik memeriksa ponsel pintarnya.
Di dalam perangkat tersebut, polisi menemukan search history Google yang membagongkan. RL ternyata sempat melakukan pencarian tentang hukuman bagi seseorang yang membuat laporan palsu kepada kepolisian.
Tak hanya itu, dari ponselnya juga terungkap bahwa RL sama sekali tidak berjalan kaki usai ‘dibegal’, melainkan memesan layanan ojek online langsung dari tempat kerjanya menuju kantor polisi.
Bikin Video Klarifikasi
Mati langkah dengan bukti digital di tangan petugas, RL akhirnya mengakui seluruh perbuatannya. Seluruh skenario begal berdarah di Sei Ladi murni rekayasa demi menghindari kemarahan sang ayah.
Guna mencegah keresahan di tengah masyarakat Kota Batam akibat maraknya isu hoaks kejahatan jalanan, pihak kepolisian meminta RL membuat video pernyataan maaf dan klarifikasi resmi.












