Harga Pertamax di Kepri Tembus Rp17.000 per Liter, Pertamax Green Naik hingga Rp17.750

Ilustrasi. (Ist)

Pertalite dan Biosolar Tetap Aman

Di tengah lonjakan harga BBM non-subsidi, Pertamina memastikan tidak ada perubahan harga untuk BBM bersubsidi.

Harga Pertalite tetap berada di angka Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar masih dijual Rp6.800 per liter sesuai kebijakan pemerintah.

Kepastian tersebut memberikan sedikit ruang napas bagi masyarakat yang bergantung pada BBM subsidi untuk aktivitas harian maupun usaha kecil.

BACA JUGA:  Kepala BP Batam Muhammad Rudi Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Kompak Bangun Kemajuan Daerah

Pertamina: Sesuai Formula dan Harga Pasar

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan setelah melalui evaluasi dan koordinasi bersama pemerintah selaku regulator sektor energi.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari mekanisme penyesuaian harga yang mengacu pada pergerakan harga minyak dunia serta menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

BACA JUGA:  BP Batam : Transisi Pengelola RSBP Tidak Ganggu Kualitas Pelayanan Pasien

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” ujar Roberth dalam keterangan tertulis.

BACA JUGA:  Sambil Menunggu Debat Dimulai, Pendukung Rudi-Rafiq Tampilkan Joget Atraktif

Kenaikan harga BBM non-subsidi ini diperkirakan akan menjadi perhatian masyarakat, khususnya pengguna kendaraan pribadi dan pelaku usaha yang mengandalkan bahan bakar berkualitas tinggi dalam operasional sehari-hari. Sementara itu, masyarakat berharap stabilitas pasokan energi tetap terjaga meski harga di SPBU kembali merangkak naik.