Li Claudia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak boleh menjadi satu-satunya indikator keberhasilan pembangunan. Pemerintah juga harus memastikan bahwa kemajuan yang dicapai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan sosial.
Menurutnya, semangat Pancasila harus menjadi fondasi dalam merumuskan arah pembangunan Batam agar tidak hanya mengejar angka investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keadilan, pemerataan, dan keberlanjutan.
Momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini, lanjut Li Claudia, harus menjadi refleksi bersama bagi seluruh aparatur pemerintah untuk bekerja lebih responsif, adil, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Pancasila harus hidup dalam pelayanan publik, dalam kebijakan, dan dalam setiap keputusan yang kita ambil. Di situlah nilai-nilai Pancasila benar-benar diuji,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah laju pembangunan dan investasi yang terus meningkat, Batam tetap dituntut menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial sebagai amanat utama Pancasila.






