Ia menegaskan, ketersediaan energi yang stabil dan berkelanjutan menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan investor global sebelum menanamkan modalnya. Karena itu, sinergi antara BP Batam, PLN Batam, dan investor menjadi kunci keberhasilan pengembangan kawasan digital berkelas dunia di Batam.
Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur teknologi, proyek ini diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Kehadiran pusat data berbasis AI tersebut diproyeksikan membuka ribuan peluang kerja baru, khususnya di sektor teknologi informasi, digital engineering, dan pengelolaan data.
Selain itu, investasi ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal melalui transfer teknologi dan pengembangan talenta digital yang dibutuhkan industri masa depan.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, mengatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan bukti nyata tingginya tingkat kepercayaan investor terhadap kesiapan infrastruktur energi di Batam.
“Kerja sama ini bukan sekadar penyediaan tenaga listrik, tetapi merupakan bentuk komitmen bersama dalam membangun ekosistem digital yang kuat di Batam,” ujarnya.
PLN Batam, lanjut Kwin Fo, berkomitmen menyediakan pasokan listrik secara bertahap, terukur, andal, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan operasional pusat data yang dikenal memiliki konsumsi energi sangat besar.
Dengan masuknya investasi senilai Rp88 triliun ini, Batam semakin mempertegas posisinya sebagai magnet investasi teknologi tinggi di Indonesia. Kawasan Nongsa yang selama ini dikenal sebagai gerbang digital nasional pun diproyeksikan berkembang menjadi salah satu pusat data dan kecerdasan buatan terbesar di kawasan Asia Tenggara.






