Market  

Laba Bersih Telkom Tembus Rp10,6 Triliun di Semester I 2026, Bisnis Mobile Jadi Penopang Utama

Pendongkrak utama performa Telkom datang dari segmen bisnis B2C (Mobile dan Fixed Broadband) melalui anak usahanya, Telkomsel:

 Pendapatan Telkomsel: Membukukan Rp55,6 triliun (tumbuh 3,3% YoY).

 Digital Business Data: Melonjak 11,0% YoY, didorong tingginya konsumsi data masyarakat saat libur sekolah dan gelaran Piala Dunia.

 ARPU Mobile: Average Revenue Per User (ARPU) seluler naik drastis menjadi Rp45.600 (tumbuh 9,0% YoY).

BACA JUGA:  Telkomsat dan PT Len Industri (Persero) Tandatangani MoU untuk Perkuat Kolaborasi Pertahanan Berbasis Satelit

Layanan Fixed Broadband (IndiHome): ARPU IndiHome secara kuartalan naik 3,4% menjadi Rp211.000, dengan rasio konvergensi (FMC) meningkat hingga 65%.

Telkomsel menegaskan komitmennya untuk melanjutkan strategi quality growth dengan mengoptimalkan penetapan harga, portofolio produk, serta pemanfaatan teknologi AI dan 5G.

Bisnis Infrastruktur B2B Melambung 19%: Mitratel dan NeutraDC Jadi Mesin Pertumbuhan

BACA JUGA:  Kerahkan Seluruh Kemampuan, TelkomGroup Percepat Recovery BTS di Lokasi Bencana Sumatra

Segmen B2B Infrastructure mencatatkan lompatan performa yang signifikan. Total pendapatan segmen ini meroket 19,0% YoY menjadi Rp33,1 triliun, dengan pendapatan eksternal sebesar Rp4,7 triliun.

Poin Penting Pilar B2B & Internasional:

Mitratel (Bisnis Menara): Meraih pendapatan Rp4,7 triliun (naik 2,1% YoY). Total penyewa (tenant) tumbuh menjadi 63.866 dengan tenancy ratio mencapai 1,57x.

BACA JUGA:  TelkomGroup Siaga RAFI 2025: Menghubungkan Nusantara, Satukan Hati nan Fitri

NeutraDC (Data Center): Telkom terus melakukan konsolidasi aset data center terpusat melalui NeutraDC guna menangkap peluang lonjakan permintaan infrastruktur digital regional.

 Bisnis Internasional: Mengantongi pendapatan Rp5,7 triliun. Fokus digeser ke layanan konektivitas berkepadatan tinggi seperti kabel laut internasional untuk mendukung adopsi teknologi AI global.