Pendongkrak utama performa Telkom datang dari segmen bisnis B2C (Mobile dan Fixed Broadband) melalui anak usahanya, Telkomsel:
Pendapatan Telkomsel: Membukukan Rp55,6 triliun (tumbuh 3,3% YoY).
Digital Business Data: Melonjak 11,0% YoY, didorong tingginya konsumsi data masyarakat saat libur sekolah dan gelaran Piala Dunia.
ARPU Mobile: Average Revenue Per User (ARPU) seluler naik drastis menjadi Rp45.600 (tumbuh 9,0% YoY).
Layanan Fixed Broadband (IndiHome): ARPU IndiHome secara kuartalan naik 3,4% menjadi Rp211.000, dengan rasio konvergensi (FMC) meningkat hingga 65%.
Telkomsel menegaskan komitmennya untuk melanjutkan strategi quality growth dengan mengoptimalkan penetapan harga, portofolio produk, serta pemanfaatan teknologi AI dan 5G.
Bisnis Infrastruktur B2B Melambung 19%: Mitratel dan NeutraDC Jadi Mesin Pertumbuhan
Segmen B2B Infrastructure mencatatkan lompatan performa yang signifikan. Total pendapatan segmen ini meroket 19,0% YoY menjadi Rp33,1 triliun, dengan pendapatan eksternal sebesar Rp4,7 triliun.
Poin Penting Pilar B2B & Internasional:
Mitratel (Bisnis Menara): Meraih pendapatan Rp4,7 triliun (naik 2,1% YoY). Total penyewa (tenant) tumbuh menjadi 63.866 dengan tenancy ratio mencapai 1,57x.
NeutraDC (Data Center): Telkom terus melakukan konsolidasi aset data center terpusat melalui NeutraDC guna menangkap peluang lonjakan permintaan infrastruktur digital regional.
Bisnis Internasional: Mengantongi pendapatan Rp5,7 triliun. Fokus digeser ke layanan konektivitas berkepadatan tinggi seperti kabel laut internasional untuk mendukung adopsi teknologi AI global.












