Kampus  

Lebih dari Memeras Susu: Tim KKN Undip “Naikkan Kelas” UMKM Sapi Perah melalui Edukasi Produksi dan Kesejahteraan Pekerja

Pemaparan oleh Diana (Teknik Industri)


Pada keberjalanan edukasi secara lisan berupa penyuluhan, perwakilan mahasiswa dari tiga program studi bergantian memaparkan edukasi berdasarkan keilmuannya masing-masing. Diana dari teknik industri mengawali dengan penjelasan alur proses produksi susu berbasis prinsip efisiensi industri. Serangkaian proses alur produksi hingga saran penerapan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) di tempat kerja menjadi isi materi yang disampaikan.

Pemaparan oleh Nirmala (Kedokteran)


Penyuluhan dilanjutkan oleh Nirmala dari kedokteran yang memberikan pemaparan mengenai edukasi ergonomi dan kesehatan kerja sebagai bagian dari perilaku sehat kerja. Selain paparan secara lisan, pengangkatan ember dengan benar dan peregangan sederhana turut dipraktikkan bersama partisipan. Penggunaan ember susu asli yang dipakai sehari-hari oleh pemerah membuat peragaan menjadi lebih relevan bagi partisipan.

BACA JUGA:  Dari Bekas Menjadi Manfaat: Mahasiswa KKN Undip Ajak Warga Kumpulrejo Kelola Sampah
Pemaparan oleh Nabila (Psikologi)

Psikoedukasi terkait pengelolaan stres kerja oleh Nabila dari psikologi kemudian melengkapi paparan dari ketiga bidang ilmu. Edukasi yang diberikan adalah informasi dan praktik mengenai tata cara pengelolaan stres berupa teknik relaksasi pernapasan 4-7-8 hingga manajemen waktu, keuangan, dan prioritas. Bagian materi mengenai manajemen waktu, keuangan, dan prioritas mendapatkan perhatian lebih melalui reaksi timbal balik berupa pertanyaan yang disampaikan partisipan bahkan sebelum sesi diskusi dibuka.

BACA JUGA:  Dari Bekas Menjadi Manfaat: Mahasiswa KKN Undip Ajak Warga Kumpulrejo Kelola Sampah

“Kalau ibu-ibu ya yang susah mengatur prioritas itu,” ujar salah satu partisipan di sela-sela penjelasan.

Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab. Sesi ini memantik antusiasme partisipan yang tercermin melalui pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan. Beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan isi materi seperti suhu yang tepat untuk membersihkan ambing, penerapan peregangan di kegiatan selain memerah susu, hingga penerapan teknik manajemen prioritas menjadi bahan diskusi utama antara partisipan dengan pemateri.