Market  

Telkom Cetak Pendapatan Rp37,2 Triliun di Kuartal I-2026, Arus Kas Operasional Naik 3,1%

Pada segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), anak usaha Telkom, Telkomsel, menjadi motor penggerak dengan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp27,6 triliun (tumbuh 1,3% YoY).

Pertumbuhan ini ditopang oleh kinerja bisnis digital dan kenaikan payload data sebesar 2,3% YoY. Melalui strategi disiplin harga dan penyederhanaan produk, Telkomsel sukses mendongkrak Average Revenue Per User (ARPU) menjadi Rp45.100, atau melesat 6,4% YoY.

BACA JUGA:  Kolaborasi Penyiapan Hunian Danantara, TelkomGroup Sediakan Akses Telekomunikasi dan WiFi Gratis

Kinerja cemerlang juga ditunjukkan oleh segmen B2B Infrastructure yang meraup pendapatan Rp2,4 triliun (tumbuh 6,8% YoY), ditopang oleh ekspansi bisnis *Fiber-to-the-Tower (FTTT).

1. Mitratel (Bisnis Menara & Fiber Optic)

Mitratel membukukan pendapatan Rp2,3 triliun (naik 1,4% YoY) dengan EBITDA margin stabil di angka 82,7%. Guna memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar menara telekomunikasi di Asia Tenggara, Mitratel mengekspansi 1.080 km fiber optic baru pada kuartal ini, membuat total kepemilikannya mencapai 58.279 km.

BACA JUGA:  Mudik Nyaman Bersama BUMN dan Danantara 2026: TelkomGroup Lepas Ribuan Pemudik Rayakan Lebaran di Kampung Halaman

2. NeutraDC (Bisnis Data Center)

Permintaan digital yang masif mendongkrak pendapatan sektor data center melalui NeutraDC Group dan NeuCentrIX. Telkom tengah melakukan inisiatif konsolidasi agar NeutraDC fokus mengelola seluruh aset data center untuk membuka peluang monetisasi dan kolaborasi strategis.

3. Wholesale & B2B ICT

Wholesale & International Service: Mengantongi Rp2,8 triliun, didorong pertumbuhan layanan interkoneksi sebesar 18,9% QoQ.

BACA JUGA:  Telkom AI Center of Excellence Ditopang 4 Pilar, Percepat Adopsi AI di Indonesia

B2B ICT: Mencatat pendapatan Rp3,1 triliun. Penjajakan proyek baru kini dilakukan secara lebih selektif demi mengejar margin yang lebih sehat dalam jangka panjang.