Market  

Telkom Cetak Pendapatan Rp37,2 Triliun di Kuartal I-2026, Arus Kas Operasional Naik 3,1%

Progres Transformasi TLKM 30: Divestasi AdMedika dan Spin-Off Fiber

Guna mendukung transformasi, Telkom merealisasikan belanja modal (Capital Expenditure) sebesar Rp4,9 triliun (13,2% dari pendapatan), di mana 99% dialokasikan untuk infrastruktur inti. 

Telkom juga gencar melakukan streamlining portofolio berbasis HoldCo-OpCo melalui dua aksi korporasi besar:

Divestasi AdMedika Group: Proses penjualan kepada investor strategis ditargetkan rampung pada akhir semester pertama 2026.

BACA JUGA:  Kolaborasi Penyiapan Hunian Danantara, TelkomGroup Sediakan Akses Telekomunikasi dan WiFi Gratis

Pemisahan Aset Wholesale Fiber (Tahap 2):  Spin-off aset wholesale fiber connectivity kepada InfraNexia ditargetkan selesai pada kuartal ketiga 2026.

InfraNexia diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan baru eksternal Telkom. Saat ini, kontribusi bisnis fiber berada di kisaran 15% dan ditargetkan naik menjadi 25% setelah transfer aset selesai sepenuhnya. Langkah ini diambil untuk menangkap peluang adopsi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) sekaligus menyeimbangkan komposisi pendapatan B2C dan B2B TelkomGroup.