Batam  

Mau ke Nagoya Lewat Jalan Gajah Mada? Simak Rute Pengalihan Arus Terbaru BP Batam

Peta rute alternatif menuju Nagoya memutar via Flyover Sei Ladi dan Laluan Madani.
Peta rute alternatif menuju Nagoya memutar via Flyover Sei Ladi dan Laluan Madani.

Batam – Bagi Anda para pengendara yang hendak menuju pusat bisnis Nagoya melalui koridor Jalan Gajah Mada, sebaiknya segera menyesuaikan rute perjalanan mulai hari ini, Sabtu (25/7/2026).

Badan Pengusahaan (BP Batam) resmi memulai proyek rekonstruksi jalan secara menyeluruh yang diperkirakan berlangsung selama empat minggu ke depan.

Pengerjaan infrastruktur berat di ruas Pura Agung Amerta Bhuana hingga Taman Kota ini berpotensi memicu kemacetan panjang.

BACA JUGA:  Progres Pembangunan Bundaran Punggur Capai 87 Persen

Guna menjaga arus mobilitas warga dan distribusi logistik tetap berjalan, BP Batam bekerja sama dengan Satlantas Polresta Barelang menyiapkan skema rekayasa lalu lintas terbaru menuju arah Nagoya.

Bagi masyarakat dari arah Sekupang atau Pura Agung yang biasa melintasi depan Universitas Internasional Batam (UIB) langsung ke arah Nagoya, berikut adalah skema pengalihan arus yang berlaku:

  1. Pengalihan Utama (Tahap I – Arah Nagoya)
BACA JUGA:  Kepala BP Batam Tinjau Proyek Flyover Laksamana Ladi, Target Selesai Akhir Tahun 2024

Akses Ditutup: Ruas jalan tepat di depan kampus UIB menuju Taman Kota ditutup sementara secara total.

Rute Pengalihan: Seluruh kendaraan dari arah Sekupang menuju Nagoya dialihkan memutar melalui Flyover Sei Ladi, lalu mengambil arah menuju Flyover Laluan Madani sebelum memotong ke koridor utama Nagoya.

  1. Pengaturan Lajur Sebaliknya (Tahap II)

Kondisi: Penutupan dilakukan pada satu lajur secara bergantian di sisi jalan yang berlawanan.

BACA JUGA:  PLN Batam Beri Diskon Tambah Daya 80 Persen Sambut HUT ke-80 RI

Pengaturan: Kendaraan masih dapat melintas secara terbatas dengan panduan langsung dari petugas di lapangan (contraflow parsial).

BP Batam Cor Ulang Pakai Beton Bertulang

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini terpaksa diterapkan karena proyek yang berjalan merupakan rekonstruksi total, bukan sekadar penambalan lubang jalan biasa.