Batam – Tugas seorang pengasuh idealnya diisi dengan kesabaran ekstra, terutama saat mengurus anak balita yang sedang GTM (GTM/Gagal Tumbuh Mandiri alias gerakan tutup mulut) atau susah makan. Namun, hal itu tak berlaku bagi TCH (29), seorang wanita di Batam yang justru tersulut emosi hingga tega merenggut nyawa anak asuhnya sendiri.
Bukannya telaten menyuapi, TCH malah gelap mata mencekik balita berinisial MA (1 tahun 2 bulan) hingga tewas di kediamannya, kawasan Bengkong Abadi Baru, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong.
Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono memimpin langsung konferensi pers pengungkapan kasus kekerasan fatal terhadap anak ini di Lobby Mapolresta Barelang, Rabu (26/8/2026).
Peristiwa tragis ini bermula saat ibu korban, SA (20), menitipkan anaknya kepada TCH untuk pergi bekerja. Saat waktu makan tiba, korban terus menangis dan menolak suapan makanan dari pelaku.
Bukannya mencari cara agar sang bayi tenang, TCH malah lepas kendali. Dalam kondisi emosi puncak, pelaku nekat mencekik leher balita mungil tersebut dari arah belakang menggunakan tangan kanannya. Cekikan kuat itu membuat korban langsung jatuh dan kehilangan kesadaran seketika.
Tahu anak asuhnya tak bernyawa, TCH sempat menyusun skenario bohong demi meloloskan diri. Ia menghubungi ibu korban dan berdalih bahwa MA meninggal dunia karena ketidaksengajaan jatuh ke dalam kolam renang sebelum dilarikan ke Puskesmas Tanjung Buntung pada Sabtu (22/8/2026).
Namun, sandiwara tersebut patah total setelah Tim Satreskrim Polresta Barelang dan tim dokter forensik RS Bhayangkara turun tangan. Hasil autopsi membuktikan tidak ada tanda-tanda air masuk ke paru-paru korban.






