Pada aspek SDM, ia menekankan pembenahan seluruh siklus pengelolaan personel, mulai dari perencanaan, rekrutmen, pendidikan, penempatan, pengembangan karier, kompetensi, kesejahteraan hingga masa purnatugas.
Sementara dalam pelayanan publik, Suyudi menekankan pelayanan yang mudah diakses, cepat, transparan, terukur, dan inklusif. Penegakan hukum diarahkan berbasis bukti dan dilakukan secara proporsional serta transparan.
Suyudi juga mengusung doktrin “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai arah kepemimpinannya. Doktrin tersebut menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi pelaksanaan tugas kepolisian.
Untuk 100 hari pertama, Suyudi antara lain menyiapkan konsolidasi internal, evaluasi perkara, penguatan Polsek, serta pembenahan pelayanan di lini terdepan.
Usai dilantik, Suyudi menegaskan akan melakukan konsolidasi internal dan memetakan berbagai persoalan di tubuh Polri. Program yang dinilai masih baik akan dilanjutkan, sedangkan bagian yang perlu diperbaiki akan dibenahi.
Bagi PWI Kepri, agenda tersebut menjadi ruang penting untuk membangun hubungan yang profesional antara pers dan kepolisian, dengan tetap menempatkan kepentingan masyarakat, keterbukaan informasi, dan fungsi kontrol pers sebagai pijakan utama.







