Sidang MPL I PGIW Kepulauan Riau Tetapkan Program Strategis 2026, Perkuat Pelayanan Oikumenis dan Kepedulian Sosial

Ketua Umum PGIW Kepri dan jajaran pengurus foto bersama dengan Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Harris Pratamura.
Ketua Umum PGIW Kepri dan jajaran pengurus foto bersama dengan Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Harris Pratamura.

“Sebagai lembaga persekutuan gereja yang tertua dan terbesar di Indonesia, PGIW memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi motor penggerak pelayanan oikumenis. Melalui kebersamaan ini kita dapat mewujudkan panggilan Tuhan untuk membawa damai, menghadirkan kesejahteraan, dan menjadi berkat bagi Kepulauan Riau serta bangsa Indonesia,” tuturnya.

Melalui proses persidangan yang berlangsung secara demokratis dan penuh semangat persaudaraan, Sidang MPL I berhasil menetapkan sejumlah program prioritas PGIW Kepulauan Riau untuk tahun pelayanan 2026.

BACA JUGA:  Telkom Rampungkan Proses Pemulihan SKKL Inter Island ruas Tanjung Batu – Pulau Burung, Layanan Kembali Normal

Program tersebut meliputi pelaksanaan Kunjungan Pastoral ke seluruh sinode anggota guna memperkuat hubungan pelayanan dan semangat oikumenis, pembentukan PGID Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Lingga, Penyelenggaraan Festival Paduan Suara Gerejawi Tingkat Kepulauan Riau sebagai bagian dari pembinaan iman dan peningkatan kualitas warga gereja dalam memuji Tuhan, serta pelaksanaan Perayaan Natal Bersama PGIW Kepulauan Riau dan Natal PGID Kota Batam.

BACA JUGA:  Santer Gibran Disebut Jadi Plt Presiden saat Prabowo ke Luar Negeri, Langsung Dibantah Istana

Sidang juga memberikan perhatian khusus terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di Kepulauan Riau, khususnya sebagai daerah perbatasan.

Salah satu keputusan strategis yang dihasilkan adalah inisiasi pendirian Shelter Pelayanan Kemanusiaan PGIW Kepulauan Riau, yang akan melayani korban perdagangan orang (human trafficking), kekerasan terhadap perempuan dan anak, pekerja migran yang mengalami permasalahan, serta berbagai kasus sosial lainnya.

BACA JUGA:  Denny Sumargo Turut Minta Maaf kepada Tetua Bugis di Batam-Kepri

Program ini menjadi bentuk nyata komitmen gereja untuk tidak hanya melayani kebutuhan rohani umat, tetapi juga menghadirkan kepedulian, pendampingan, advokasi, dan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.