Batam  

IPA Sei Harapan Nyerah Ngolah Air, Pengamat: Manajemen Air di Batam Cupu Banget!

Pengamat Kebijakan Publik, Rikson Tampubolon. (Foto: ist)

Batam – PT Air Batam Hilir (ABH) bikin pengumuman ngejutin: suplai air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sei Harapan resmi dihentikan. Alasannya? Waduk Sungai Harapan punya kualitas air yang anjlok gara-gara hujan deras, dan IPA nggak mampu ngolah air yang ‘bandel’ ini.

Pengamat Kebijakan Publik, Rikson Tampubolon, langsung ngegas soal ini. Menurutnya, kejadian ini bukti nyata lemahnya manajemen sumber daya air di Batam.

BACA JUGA:  Marching Band SMPS 02 Ibnu Sina Kabil Raih Juara di Batam Open 2024

“Kondisi penghentian air bersi ke pelanggan ini menandakan lemahnya manajemen sumber daya air yang dimiliki Kota Batam. Untuk itu, perlu adanya perbaikan secara menyeluruh,” tegas Rikson, Rabu (15/1/2025).

Dia juga nunjuk masalah utama: teknologi IPA yang jadul banget dan nggak siap hadapi fluktuasi kualitas air baku. Padahal, Waduk Sungai Harapan itu vital banget, jadi pemasok utama buat ribuan pelanggan, termasuk rumah sakit dan kawasan industri.

BACA JUGA:  Pimpin Apel Hari Santri, Marlin : Kita Berjuang Melawan Kebodohan dan Kemunduran

Nggak Ada Rencana Cadangan

Dampak penghentian suplai air ini paling parah kerasa di daerah padat kayak Patam Lestari dan Sekupang. Nggak ada mekanisme cadangan, kayak suplai air tangki selama perbaikan. “Ini bukti rencana kontingensi absen total,” jelas Rikson.

Kondisi makin genting karena pertumbuhan penduduk dan industri di Batam ngebut banget. Tapi, manajemen air bersihnya? Keteteran! Menurut laporan BPK 2023, kapasitas produksi air bersih Batam udah 3.200 liter per detik, tapi banyak yang mubazir gara-gara masalah teknis dan manajemen.

BACA JUGA:  BP Batam: 41 KK Telah Tempati Rumah Baru Tanjung Banun

Solusi: Upgrade Teknologi & Transparansi

Rikson ngasih resep buat beresin masalah ini: