Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 100 Ribu Benih Lobster Senilai Rp10 Miliar, Diduga Akan Diselundupkan ke Singapura

Batamnetwork.com, Batam – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sekitar 100.000 ekor Benih Bening Lobster (BBL) senilai Rp10 miliar yang diduga akan dikirim secara ilegal ke luar negeri melalui jalur tikus di Kota Batam.

Dalam operasi yang digelar Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri, dua orang terduga pelaku berinisial S.S. dan D.S. berhasil diamankan. S.S. diketahui berperan sebagai penjemput barang, sementara D.S. diduga merupakan otak sekaligus pemberi perintah dalam jaringan penyelundupan tersebut.

BACA JUGA:  Masuk Masa Pemeliharaan, Fly Over Sungai Ladi Sempurnakan Bagian Minor Jembatan

Kabidhumas Polda Kepri, Kombes Pol. Nona Pricillia Ohei, mengungkapkan penangkapan dilakukan pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 08.30 WIB di kawasan Komplek Mega Legenda 2, Kecamatan Batam Kota.

“Petugas mengamankan dua terduga pelaku beserta barang bukti berupa kurang lebih 100.000 ekor Benih Bening Lobster atau baby lobster,” ujar Kombes Pol. Nona Pricillia saat konferensi pers yang turut dihadiri Balai Karantina Kepri dan Bea Cukai Batam.

BACA JUGA:  PLN Batam Gelar First Piling Proyek PLTGU Batam #1 120 MW, Perkuat Sistem Kelistrikan dan Dorong Ekonomi Batam

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol. Silvester Mangombo Marusaha Simamora, S.I.K., M.H., menjelaskan pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat terkait adanya pengiriman BBL dari Jakarta menuju Batam.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim langsung melakukan penyelidikan dan pembuntutan terhadap kendaraan yang dicurigai membawa komoditas laut bernilai tinggi tersebut.

“Sekitar pukul 07.00 WIB, tim melakukan pembuntutan terhadap satu unit Toyota Avanza yang keluar dari Bandara Hang Nadim menuju Mega Legenda. Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan tujuh koli kardus, dan empat koli di antaranya berisi benih lobster yang disimpan di dalam koper,” jelasnya.