Operasi Modifikasi Cuaca (OMC): Berkoordinasi untuk memicu hujan buatan di wilayah tangkapan air (catchment area).
Pembangunan IPA Sei Ladi: Menambah Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 50 Lps di Sei Ladi untuk memperkuat kontinuitas pasokan.
Pemanfaatan Embung Alternative: Memompa air dari embung terdekat ke waduk utama atau membangun pengolahan air portabel.
Opsi Skenario Pengiliran: Pengaturan suplai air bergilir sedang dikaji secara mendalam agar tidak merugikan jaringan perpipaan warga.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menekankan pentingnya respons cepat sebelum krisis membesar. “Kami tidak ingin menunggu sampai kondisi menjadi lebih sulit. Evaluasi harian terus berjalan,” tegas Denny.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan air hingga 7.149 Lps pada tahun 2045 seiring pesatnya industri dan pusat data (data center), BP Batam tengah merancang konsep Batam Integrated Total Water Management.
Melalui konsep ini, ketergantungan pada air hujan akan dikurangi dengan memanfaatkan sumber air non-konvensional:
Sea Water Reverse Osmosis (SWRO): Target pasokan 2.500 Lps.
Air Daur Ulang (Recycled Water): Target pasokan 500 Lps.
Pemanfaatan Embung & Stormwater: Target pasokan 500 Lps.
Waduk Laut & Sumber Air Regional: Rencana kapasitas hingga 3.000 Lps.
“Ketahanan air merupakan kebutuhan bersama. BP Batam tidak hanya fokus pada kondisi hari ini, tetapi juga menyiapkan sumber air baru untuk masa depan Batam,” tutup Denny.






