Batam  

Bareskrim Gulung Kasino Mewah di Nagoya Batam, 10 WNA Turut Diamankan

Anggota Bareskrim Polri dan Polda Kepri merilis penggerebekan kasino mewah di Nagoya Batam.

BATAM — Penggerebekan arena perjudian darat skala besar kembali mengguncang Kota Batam. Tim Khusus Bareskrim Polri yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabarekskrim) Polri, Irjen Pol. Nunung Syaifuddin, berhasil menggulung praktik kasino mewah tersembunyi di kawasan Nagoya, Batam, Kepulauan Riau.

Operasi tangkap tangan tersebut menyasar lokasi 9 Stage Lounge & Bar yang terletak di Ruko Nagoya Indah Blok D2 Nomor 9, Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja. Dalam penggerebekan yang berlangsung pada Sabtu malam (15/8/2026) sekitar pukul 21.30 WIB itu, petugas berhasil menciduk sebanyak 197 orang dari lokasi kejadian.

BACA JUGA:  Digerebek Polda Kepri, Markas Judi Online di Batam Eksploitasi Pekerja hingga Punya Omzet Fantastis

Menariknya, keberadaan kasino mewah yang beroperasi secara terelubung ini tidak hanya memikat pemain lokal, tetapi juga menyedot perhatian warga negara asing (WNA).

Dari total 197 orang yang ditangkap dan diamankan ke Mapolresta Barelang, 10 di antaranya merupakan warga negara asing yang tertangkap tangan tengah beraktivitas di dalam arena kasino.

“Para pemain yang diamankan berjumlah 96 orang. Sebanyak 86 orang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan 10 orang lainnya adalah Warga Negara Asing (WNA),” ungkap Wakabarekskrim Polri, Irjen Pol. Nunung Syaifuddin, dalam sesi doorstop di Lobby Mapolresta Barelang, Minggu (16/8/2026).

BACA JUGA:  Demokrasi Indonesia Menuju Babak Baru, Batam Gelar Seminar Reformulasi UU Pemilu 2029

Rincian 10 WNA yang ikut digulung dalam operasi ini meliputi: 7 Warga Negara Tiongkok, 2 Warga Negara Singapura, 1 Warga Negara Malaysia.

Selain para pemain asing dan lokal, Bareskrim Polri juga mengangkut seluruh jajaran pengelola kasino, mulai dari 1 orang pemilik berinisial A, 2 manajer, 5 kasir, 1 pengawas, 25 penukar chip, 65 dealer atau bandar, serta 2 personel marketing.