Menurutnya, ketersediaan area parkir, kantin, tempat ibadah, tempat duduk bagi keluarga pasien, pusat jajanan serta kebersihan lingkungan rumah sakit ikut memberikan rasa nyaman selama berada di rumah sakit.
Ia juga menilai pengaturan jam besuk serta informasi jadwal pelayanan dokter yang dipublikasikan membantu menciptakan suasana rumah sakit yang lebih tertib.
“Hal seperti kebersihan lingkungan, keramahan petugas keamanan, pengaturan jam besuk, kursi yang memadai dan publish jadwal dokter, sangat berpengaruh terhadap kenyamanan pasien dan keluarga,” katanya.
Dari pengalaman tersebut, Rinaldi menyebut pelayanan yang diterimanya memberikan kesan positif. Ia bahkan menilai kualitas layanan yang dirasakan memiliki standar yang menurut pengalamannya dapat disejajarkan dengan pelayanan rumah sakit di negara tetangga seperti Malaysia.
Namun, ia berharap kualitas tersebut tidak berhenti pada capaian saat ini. Peningkatan pelayanan, fasilitas dan teknologi medis dinilai perlu terus dilakukan agar kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit di Batam semakin kuat.
“Kalau pelayanan rumah sakit di Batam terus seperti ini dan semakin ditingkatkan, ditunjang dengan peralatan yang canggih dan memadai, masyarakat tentu tidak lagi berobat ke luar negeri,” ujarnya.
Menurut Rinaldi, keberadaan rumah sakit dengan dukungan tenaga profesional, fasilitas yang memadai dan pelayanan yang baik merupakan bagian penting dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Batam dan Kepri.
Pengalaman positif juga disampaikan Hanif, salah seorang keluarga pasien asal Batam yang menjalani perawatan di RS Awal Bros Batam.






